ipol.fisip.unpad.ac.id

    .

    Kementerian Keilmuan Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) dan Kementerian Keilmuan Keprofesian (K3) HMPSIPOL Unpad melaksanakan program Podcast Madilog sebagai media untuk sesi berbincang antara mahasiswa. Pada episode kali ini podcast akan dibawakan oleh fotografer jurnalistik Tirto.id dipandu Anandya Khairunnisa dan Revina Nanda Amalia sebagai moderator membahas profesi yang ia geluti dengan kaitannya dengan isu-isu dibidang politik. Selain itu, narasumber akan berbicara lebih jauh mengenai posisi media baru pada system demokrasi yang telah ditetapkan diindonesia.

    Latar belakang dari seorang Bhagavad Sambadha yang pernah melakukan studi di salah satu kampus diindonesia dan mengambil jurusan sinematografi dimana berfokus dengan pembuatan film dokumenter namun sayangnya studinya tidak tuntas dan Bhaga memilih untuk fokus pada dunia pemotretan. Kesukaannya pada bidang fotografi sudah ada sejak dirinya kecil terlebih ia menempatkan ayahnya sebagai tokoh inspirasinya yang kebetulan ayahnya suka memotret sejak dulu. Bhaga mengakui menjadi seorang fotografer bukanlah sebuah pilihan dengan alasan tertentu melainkan keinginan personal yang diimpikannya.
    Bhaga juga bercerita sedikit mengenai suka duka dalam menggeluti pekerjaannya tersebut, menurutnya ketika kita melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan passionnya kita akan menikmati pekerjaan tersebut. Banyak pengalaman yang ia dapat selama ia menjalankan profesinya dari sisi media, politik dan masyarakat.

    “Media dituntut untuk netral dalam mempublish suatu hal, namun menurut saya media saat ini menempatkan diri bahwa media harus berpacu pada kepentingan publik” ungkap Bhaga.

    Media dituntut netral sejak jaman orde baru agar tidak memicu kericuhan. Peran media terhadap demokrasi diindonesia diimplementasikan melalui menyajikan berita-berita yang jelas dan faktual untuk publik. Dalam menyajikan berita media tidak mesti menyalahkan dan berfokus pada satu pihak melainkan publik ditempatkan sebagai orang yang memiliki perspektif tersendiri dalam mengonsumsi kajian berita berdasarkan hal tersebut terbukti bahwa akal sehat publik dijaga oleh Pers.

    Media harus dapat mengelompokkan yang termasuk hoax, meme dan fakta sebagai media baru pada sistem demokrasi diera modernisasi ini. Saat ini media baru harus mampu menstabilkan kajian berita khususnya hal yang berbau politik dalam membedakan public adsense, propaganda dan hoax.