ipol.fisip.unpad.ac.id

    Maraknya aksi “koboi jalanan” baru-baru ini mengusik ketentraman masyarakakat khususnya di jalanan Kota Bandung. Pengamat sosial yang juga Ketua Pusat Studi Politik dan Demokrasi FISIP Unpad, Ari Ganjar Herdiansah, S.Sos., M.Si., Ph.D mengungkapkan, aksi koboi sering terjadi di kota-kota besar yang masyarakatnya memiliki permasalahan yang kompleks. Ketika individu-individunya merasa terancam, disertai kecenderungan modal sosial yang melemah, justru menjerumuskan mereka untuk menggunakan kekerasan dan senjata sebagai solusi dari permasalahannya sekaligus menakut-nakuti orang lain.

    Ari Ganjar (Dosen Ilmu Politik FISIP Unpad)

    “Walaupun sudah ditetapkan beberapa aturan dalam penggunaan senjata, di antaranya, tidak boleh sembarangan digunakan untuk bela diri, senjata dan dibawa-bawa ke tempat umum masih belum bisa menekan kasus penggunaan senjata ilegal mengingat penjualan online senjata yang masih bisa diakses bebas oleh masyarakat terhitung dalam 5 tahun terakhir ini cukup membuat organisasi kewalahan untuk meredam peredaran senjata ilegal” kata Ari Ganjar saat diwawancarai Kompas TV.

     Menanggapi hal tersebut, Ari Ganjar Herdiansah mengungkapkan, dibutuhkannya pengawasan ekstra dari organisasi penembakan bisa dimulai dari penertiban penyalahgunaan senjata. Ketika modal sosial melemah dalam menghadapi suatu permasalahan terlebih tidak mendapatkan support dari orang-orang sekitar, seseorang akan terdorong menggunakan senjata untuk melakukan kekerasan semata-mata untuk terlihat lebih hebat, lebih memiliki kekuatan dan kekuasaan yang lebih mendapatkan kepentingannya.